Pindah Alamat

2 04 2008

Halo NLPers,

Tidak terasa ya, sudah 1 tahun Indonesia NLP Society mengudara di blog ini. Dan, demi meningkatkan kenyamanan dan profesionalitas, mulai hari ini, alamat blog kami pindahkan ke:

http://indonesianlpsociety.org

Dan, Anda dapat menikmati all about NLP disana.

Sampai jumpa!

Salam Street Smart NLP!





Think Out of the Box dengan “Cartesian Coordinate”

29 11 2007

Saya bukanlah seorang penggemar matematika. Setidaknya, demikian keyakinan saya terhadap subyek yang satu ini sebelum saya mempelajari NLP.

Wah, apakah karena saya telah mengubah keyakinan saya dengan NLP?

He..he..sayangnya, tidak seheroik itu. Saya hanya menemukan sebuah pelajaran NLP yang menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan saya kepada guru matematika SMA saya beberapa tahun lalu. Sedikit bernostalgia, saya sempat terkena omelan karena bertanya, ”Pak, apa sih gunanya kita mempelajari logika matematika?”

Dan, menemukan bahwa pengalaman itu masih teringat dengan detil sampai sekarang, tentu unconscious saya menganggap itu adalah hal yang penting untuk diingat dan dimaknai.

Read the rest of this entry »





Melangkah SUKSES dengan Teknik NLP “Changing Personal History”

13 11 2007

By Bobby Meidrie Levianto

Setelah menyelesaikan 5 hari penuh pelatihan Certified Practitioner NLP (Neuro-Linguistic Programming) yang diselenggarakan oleh NF-NLP (National Federation – Neuro Linguistic Psychology) di Jakarta beberapa waktu yang lalu, seorang mahasiswa datang kepada saya di kantor saya dan berkata, “Wah mas, dengar-dengar baru pulang dari ambil Certified NLP ya? Gimana caranya ya saya bisa melupakan masa lalu saya yang sampai sekarang saya masih terbebani, sehingga saya jadi takut untuk menatap masa depan saya” tanya mahasiswa tersebut sebut saja Beny, seorang mahasiswa Psikologi semester akhir.

Read the rest of this entry »





Lincah Berbahasa Dengan “Swish Pattern”

8 11 2007

(Terima kasih kepada Ibu Issa Kumalasari atas inspirasinya untuk artikel ini)

Saya pernah mendengar adanya sebuah penelitian yang mengatakan bahwa koleksi bahasa yang dimiliki seseorang merupakan salah satu indikasi kecerdasannya. Semakin banyak bahasa yang dikuasai, semakin cerdaslah ia secara intelektual. Tidak mengherankan memang, sebab menggunakan common sense saja, bahasa adalah salah satu komponen penting komunikasi bagi manusia (dan mungkin semua makhluk). Sekalipun relasi lebih banyak terbangun melalui komunikasi non verbal, bahasa tetap memiliki peran krusial untuk menyampaikan ‘isi’ pesan yang ingin dikomunikasikan.

Well, barangkali karena kebanyakan kita mempelajari bahasa ibu secara otodidak sejak kecil, maka kita tidak pernah menyadari bagaimana persisnya otak kita merekam bahasa yang kita gunakan. Alhasil, tidak jarang orang yang merasa kesulitan untuk mempelajari bahasa lain selain bahasa ibu.

Read the rest of this entry »





Dan Perjalanan Pun Dimulai…

10 10 2007

Wow, tidak terasa ya, sedikit lagi lebaran. So, how’s your Ramadhan?

Alhamdulillah, saya bisa memenuhi salah satu target saya untuk bisa hidup lebih sehat. Turun berat badan 4 kg hanya dengan puasa, tanpa obat pelangsing.

Kembali ke laptop (ups, pinjem ya Mas Tukul). Jika di awal bulan puasa lalu kita sudah merumuskan apa yang kita targetkan setelah kita menyelesaikan puasa, maka kini saatnya untuk memastikan bahwa perubahan tersebut dapat langgeng pada 11 bulan mendatang. Menggunakan sudut pandang NLP, inilah yang dinamakan ecological check dan future pacing.

Read the rest of this entry »





Vibrasi Positif dengan Reframing

4 10 2007

Apa menurut Anda yang akan Anda rasakan jika Anda mampu berada dalam kondisi positif 24 jam sehari 7 hari seminggu?

Luar biasa tentunya, bukan? Membayangkan diri terbebas dari belenggu mood dan beragam situasi eksternal yang seringkali kita anggap memegang kendali terhadap pikiran dan emosi jelas adalah hal yang amat menggembirakan. Sisi lain, berkaitan dengan vibrasi positif yang menjadi syarat penting dalam LoA, kondisi (state) positif amat memungkinkan kita untuk memancarkan vibrasi positif setiap saat kapan pun kita menginginkannya.

Read the rest of this entry »





Basic Reframing

3 10 2007

Anda memiliki sebuah pengalaman yang mengesalkan?

OK. Pikirkan kembali pengalaman tersebut. Ingat-ingatlah secara mendetil kejadiannya ketika itu.

Anda bisa melakukannya? Bagus. Apa yang muncul dalam pikiran Anda? Sebuah gambaran? Suara? Perasaan tertentu?

Read the rest of this entry »





Frame We Live By

18 09 2007

Jika tiba-tiba saya menceritakan kepada Anda bahwa kemarin saya melihat seorang pria menusuk pria lain dengan sebuah pisau, apa yang muncul dalam pikiran Anda?

Akankah Anda menanyakan kejadian detilnya kepada saya untuk kemudian segera menghubungi kantor polisi? Atau, Anda malah tertawa karena merasa melihat kejadian yang sama kemarin?

Yang pertama amat mungkin Anda lakukan jika saya menceritakan kejadian yang saya lihat di pinggir jalan. Sementara yang kedua bisa jadi juga Anda lakukan jika saya menceritakan kejadian yang saya lihat dalam sebuah film drama komedi yang juga Anda tonton kemarin.

Pertanyaan: mengapa sebuah kalimat yang sama bisa memiliki makna yang berbeda?

Read the rest of this entry »





Puasa Sebagai Meta-Position

14 09 2007

Menjalani puasa sejak kecil hingga saat ini, hal yang paling sering saya dengar tentang makna puasa adalah menahan. Ya, menahan, mulai dari lapar, haus, dan juga hawa nafsu. Dari menahan, pemaknaan pun berlanjut menjadi pengibaratan diri manusia layaknya mesin yang perlu perawatan. Maka puasa adalah metode untuk men-service diri baik secara fisik, psikis, maupun spiritual setelah digunakan tanpa henti.

Saya menerima keduanya, meskipun saya belum cukup puas dengan apa yang saya tangkap dari apa yang saya dengar itu.

Mengapa?

Begini ceritanya.

Read the rest of this entry »





Dan Ketika Ramadhan Berakhir…

13 09 2007

Tepat ketika saya sedang menulis artikel ini, salah seorang member milis kita mengirimkan pesan lewat Google Talk: Pak, tulis tips agar tetap fit selama puasa donk.

Sip, jodoh nih, pikir saya. Kebetulan memang belum ada judulnya, seketika itu juga judul di atas terbersit dalam pikiran saya.

Loh, baru mulai puasa kok sudah berpikir selesai?

Read the rest of this entry »