Uptime dan Downtime

16 07 2007

Seorang kawan pernah berkata kepada saya ketika saya jelaskan kepadanya tentang ’bersahabat’ dengan unconscious kita, “Bersahabat dengan unconscious? Memang bisa ya? Bagaimana caranya, wong sadar aja nggak?”

Seperti telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya, meskipun disebut sebagai unconscious, bukan berarti ia adalah tempat yang sama sekali tidak bisa kita jamah. Memang, bagi kita yang belum terbiasa apalagi amat sangat rasional bisa jadi hal seperti ini amat sulit untuk dilakukan untuk pertama kali. Dalam sebuah latihan bersama teknik six steps reframing, misalnya, seorang rekan sangat kesulitan untuk menemukan sinyal tanda bersedia dari bagian (part) yang diajak berkomunikasi. Tidak mengherankan, sebab ia memang terbiasa dan membiasakan diri untuk berpikir dan bertindak berdasakan perhitungan yang mendetil tanpa mempedulikan ’suara-suara’ yang muncul dari hati kecilnya.

Read the rest of this entry »





Journey to NLP Practitioner

11 07 2007

Joseph O’ Connor dan John Seymour dalam buku mereka Introducing NLP mengungkapkan sebuah ringkasan yang menarik tentang mempelajari NLP. Mereka mengatakan, “Jika NLP harus dipresentasikan dalam seminar yang hanya berlangsung selama 3 menit, maka kemungkinannya adalah sang presenter akan maju ke depan dan berkata, ‘Bapak-bapak dan Ibu-ibu, untuk dapat sukses dalam hidup, Anda harus mengingat 3 hal:

Read the rest of this entry »