Bagus sekali ada seseorang yang berani untuk memulai. Begitulah sebaiknya kita semua sebagai kaum Muda bangsa ini. Berani Memulai dan terus bergerak untuk berkarya dan berbuat sesuatu yang nyata untuk orang lain agar menjadi pribadi yg bermakna.
Maju terus dan teruslah fokus melangkah ke depan agar apa yang Anda impikan menjadi kenyataan!
14062007
antzforleadership(00:02:39) :
Terima kasih atas motivasinya Pak Krish. Semoga langkah ini bermakna pula bagi orang lain.
Salam Street Smart NLP!
Teddi
14062007
Boyke(14:38:51) :
Mas Teddy,
Kalau bicara tentang being conected apakah itu sama dengan rapport (keselarasan), matching (menyesuaikan), pacing (melangkah) dan leading (memimpin) dimana definisi membangun hubungan keselarasan menurut Virginia Satir adalah menjalin hubungan keselarasan dengan orang lain merupakan tujuan utama komunikasi. Apakah seperti itu atau ada yang lain? setahu saya ada juga beberapa tulisan lain yang mengatakan didalam membangun keselarasan berdasarkan Kalibrasi, Menyesuaikan, Bercermin, Melangkah maupun Memimpin, mana yang paling pas untuk bangsa Indonesia Mas? seberapa banyakkah materi Mas Teddy dipengaruhi oleh Hipnoterapi apakah sebagai NLP practioner harus menguasai Hipnoterapi, sepertinya ada kecenderungan begitu contohnya DR. Ibrahim Elfiky seorang Maestro Motivator Dunia selain Master NLP juga Master Hipnotis, di Indonesia pun ada kecenderungan seperti itu mana yang sebaiknya dipelajari dulu? keduanya atau begaimana?
15062007
antzforleadership(02:29:10) :
Betul Mas. Saya luruskan sedikit ya penerjemahan istilah Mas. Rapport itu lebih kepada membangun keakraban, pacing itu lebih kepada penyelarasan atau penyamaan frekuensi seperti kita memutar radio. Kalibrasi adalah proses kita memahami state seseorang baik melalui accessing cues, gesture, dsb sehingga kita bisa empatik dan pace dengan dia. Mengenai teknik2 ini insya Allah akan saya jelaskan dalam artikel2 saya selanjutnya. Beberapa sudah ada sih, di artikel terakhir tentang sensory acuity.
Bagi saya sejauh ini, semuanya bisa diterapkan di Indonesia (saya belum riset secara mendalam). Namun memang penerapan praktisnya yang perlu disesuaikan. Seperti saya tulis di artikel terakhir, hati kalau mau observasi gestur orang, bisa bahaya kalau kita memperhatikan dada terlalu lama, apalagi lawan jenis. Lebih baik coba perhatikan bahunya saja.
Hipnoterapi adalah ilmu yang sudah ada jauh sebelum NLP lahir. NLP memodel hipnosis (dasar dari hipnoterapi) dan menjadikannya alat yang dapat digunakan secara lebih luas di luar ruang2 konseling/terapi. Salah satunya dengan Milton Model. Memang, banyak trainer NLP yang juga sekaligus menguasai hipnoterapi dan sering menggunakannya secara bersamaan dalam sesi mereka. Saya sendiri belum belajar secara mendalam tentang hipnoterapi. bukan apa2, lebih karena prioritas saja, saya lebih ingin memperdalam aplikasi NLP dalam dunia pengembangan kepemimpinan dan coaching.
saya kira tidak masalah mana yang lebih dulu dipelajari. tinggal Anda ingin fokus pada yang mana dulu. Dari belajar Milton Modelnya NLP kita bisa kok nyambi belajar hipnosis agar dapat memahami dasarnya.
Semoga bermanfaat!
Salam Street Smart NLP!
Teddi
18062007
Boyke(10:36:20) :
Mas Teddy
Terima Kasih Banyak Sekali atas segala penjelasannya… Bravo Street Smart NLP..
Good….satu langkah untuk membuka diri kepada masyarakat bahwa NLP bukan milik orang-orang tertentu. Dan diharapkan setiap orang mulai mengenal NLP. Mungkin dari abang becak, sopir bus,guru, dan siapa saja memerlukannya.
Pintu sudah terbuka, tinggal kita mengiring orang untuk masuk kedalamannya……
Asep Haerul Gani, Pengasuh Pondok Pesantren Hypnotherapy +6281510770666(10:39:43) :
Mas Teddy, selamat membumikan NLP di Indonesia, Selamat pula memodel hal yang terbaik dari khazanah Indonesia. Bila Margaret Mead dan George Bateson saja memodel hal terbaik dari Bali, tantangan bagi kita untuk menstrukturkan pengalaman yang tampaknya ‘mistis’ dan ‘magis’ yang ada di para Guru dan Empu di negeri ini. Hingga saat ini saya lagi kagum saja belajar sesuatu dari Barat yang setelah diusut ternyata milik kita yang selama ini kita sepelekan. Sukses dengan NLP Adventurenya .
Salam hangat dari Cilegon
18072007
Gim Hok(03:50:59) :
SElamat Mas!!!
Senang berjumpa dan berkenalan dengan Anda…
Memang seharusnya semua orang membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain… karena pada dasarnya semua orang unik, dan dunia ini penuh dengan abundant resources.
TErus maju….
gim hok
27072007
(mr) Fitri Wiyanto(01:44:25) :
sayang saya nggak bisa ikut workshop besok, ke depannya kalo ada workshop lagi bisa saya dikabarin
thanks
-fw ‘94-
16082007
Yohanes Ferry(02:31:11) :
Salam RuarBiaza….!
Selamat Pak Teddy atas peluncuran website NLP Society ini. Saya harap bisa belajar banyak dari komunitas ini. Sekali lagi selamat dan semoga Tuhan memberkati kita semua.
Best Regards,
Yohanes Ferry
Purbalingga, Jawa Tengah – PP 3-4/08
NB.
Kalau bikin event sekali2 di Jawa Tengah gimana ? Saya siap mensupport..:-)
20082007
firdaus(06:42:50) :
sy dari irian, ingin juga rasaya mengikuti seminarnya, kalau ada yang terdekat mohon bantuannya
Berani Memulai.
Bagus sekali ada seseorang yang berani untuk memulai. Begitulah sebaiknya kita semua sebagai kaum Muda bangsa ini. Berani Memulai dan terus bergerak untuk berkarya dan berbuat sesuatu yang nyata untuk orang lain agar menjadi pribadi yg bermakna.
Maju terus dan teruslah fokus melangkah ke depan agar apa yang Anda impikan menjadi kenyataan!
Terima kasih atas motivasinya Pak Krish. Semoga langkah ini bermakna pula bagi orang lain.
Salam Street Smart NLP!
Teddi
Mas Teddy,
Kalau bicara tentang being conected apakah itu sama dengan rapport (keselarasan), matching (menyesuaikan), pacing (melangkah) dan leading (memimpin) dimana definisi membangun hubungan keselarasan menurut Virginia Satir adalah menjalin hubungan keselarasan dengan orang lain merupakan tujuan utama komunikasi. Apakah seperti itu atau ada yang lain? setahu saya ada juga beberapa tulisan lain yang mengatakan didalam membangun keselarasan berdasarkan Kalibrasi, Menyesuaikan, Bercermin, Melangkah maupun Memimpin, mana yang paling pas untuk bangsa Indonesia Mas? seberapa banyakkah materi Mas Teddy dipengaruhi oleh Hipnoterapi apakah sebagai NLP practioner harus menguasai Hipnoterapi, sepertinya ada kecenderungan begitu contohnya DR. Ibrahim Elfiky seorang Maestro Motivator Dunia selain Master NLP juga Master Hipnotis, di Indonesia pun ada kecenderungan seperti itu mana yang sebaiknya dipelajari dulu? keduanya atau begaimana?
Betul Mas. Saya luruskan sedikit ya penerjemahan istilah Mas. Rapport itu lebih kepada membangun keakraban, pacing itu lebih kepada penyelarasan atau penyamaan frekuensi seperti kita memutar radio. Kalibrasi adalah proses kita memahami state seseorang baik melalui accessing cues, gesture, dsb sehingga kita bisa empatik dan pace dengan dia. Mengenai teknik2 ini insya Allah akan saya jelaskan dalam artikel2 saya selanjutnya. Beberapa sudah ada sih, di artikel terakhir tentang sensory acuity.
Bagi saya sejauh ini, semuanya bisa diterapkan di Indonesia (saya belum riset secara mendalam). Namun memang penerapan praktisnya yang perlu disesuaikan. Seperti saya tulis di artikel terakhir, hati kalau mau observasi gestur orang, bisa bahaya kalau kita memperhatikan dada terlalu lama, apalagi lawan jenis. Lebih baik coba perhatikan bahunya saja.
Hipnoterapi adalah ilmu yang sudah ada jauh sebelum NLP lahir. NLP memodel hipnosis (dasar dari hipnoterapi) dan menjadikannya alat yang dapat digunakan secara lebih luas di luar ruang2 konseling/terapi. Salah satunya dengan Milton Model. Memang, banyak trainer NLP yang juga sekaligus menguasai hipnoterapi dan sering menggunakannya secara bersamaan dalam sesi mereka. Saya sendiri belum belajar secara mendalam tentang hipnoterapi. bukan apa2, lebih karena prioritas saja, saya lebih ingin memperdalam aplikasi NLP dalam dunia pengembangan kepemimpinan dan coaching.
saya kira tidak masalah mana yang lebih dulu dipelajari. tinggal Anda ingin fokus pada yang mana dulu. Dari belajar Milton Modelnya NLP kita bisa kok nyambi belajar hipnosis agar dapat memahami dasarnya.
Semoga bermanfaat!
Salam Street Smart NLP!
Teddi
Mas Teddy
Terima Kasih Banyak Sekali atas segala penjelasannya… Bravo Street Smart NLP..
Mas Teddy yang luar biasa. Keterbukaan Anda benar-benar luar biasa. Sukses selalu, NLP is truly for everyone.
BTW, siapa aja pakar-pakr NLP kita yang sudah konfirm bakal hadir?
Sukses selalu,
Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
Salam Master Trainer E.D.A.N!
Terima kasih Mas Ikhwan. Sampai saat ini sih belum ada pakar yang konfirm. Mas Ronny sih beberapa hari lalu bilang ingin ikut, tapi juga belum pasti.
Mudah2an keterbukaan ini bermanfaat bagi banyak orang.
Salam Street Smart NLP!
Teddi
Good….satu langkah untuk membuka diri kepada masyarakat bahwa NLP bukan milik orang-orang tertentu. Dan diharapkan setiap orang mulai mengenal NLP. Mungkin dari abang becak, sopir bus,guru, dan siapa saja memerlukannya.
Pintu sudah terbuka, tinggal kita mengiring orang untuk masuk kedalamannya……
Daniel Kurniawan
[Mind Educator]
http://www.rumahmotivasi.com
Mas Teddy, selamat membumikan NLP di Indonesia, Selamat pula memodel hal yang terbaik dari khazanah Indonesia. Bila Margaret Mead dan George Bateson saja memodel hal terbaik dari Bali, tantangan bagi kita untuk menstrukturkan pengalaman yang tampaknya ‘mistis’ dan ‘magis’ yang ada di para Guru dan Empu di negeri ini. Hingga saat ini saya lagi kagum saja belajar sesuatu dari Barat yang setelah diusut ternyata milik kita yang selama ini kita sepelekan. Sukses dengan NLP Adventurenya .
Salam hangat dari Cilegon
SElamat Mas!!!
Senang berjumpa dan berkenalan dengan Anda…
Memang seharusnya semua orang membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain… karena pada dasarnya semua orang unik, dan dunia ini penuh dengan abundant resources.
TErus maju….
gim hok
sayang saya nggak bisa ikut workshop besok, ke depannya kalo ada workshop lagi bisa saya dikabarin
thanks
-fw ‘94-
Salam RuarBiaza….!
Selamat Pak Teddy atas peluncuran website NLP Society ini. Saya harap bisa belajar banyak dari komunitas ini. Sekali lagi selamat dan semoga Tuhan memberkati kita semua.
Best Regards,
Yohanes Ferry
Purbalingga, Jawa Tengah – PP 3-4/08
NB.
Kalau bikin event sekali2 di Jawa Tengah gimana ? Saya siap mensupport..:-)
sy dari irian, ingin juga rasaya mengikuti seminarnya, kalau ada yang terdekat mohon bantuannya